NEGERI YANG DIANTARANYA MENGALIR DUA SUNGAI

Photo: Sungai Eufrat dan Kota Urfa. Sumber: anadolujet.com

Photo: Sungai Eufrat dan Kota Urfa. Sumber: anadolujet.com

Empat ribu tahun sebelum masehi, ada sebuah negeri yang terletak nun jauh dari Nusantara. Sebuah negeri yang dipercaya sebagai tempat dimana peradaban tertua didunia. Peradaban yang usianya lebih tua dibanding dengan peradaban yang ada di Mesir ataupun yang ada di Yunani. Peradaban dimana manusia saat itu mulai menetap di suatu daerah dan meninggalkan kebiasan hidup nomaden.

Empat ribu tahun sebelum masehi, ada sebuah negeri yang terletak nun jauh dari Indonesia. Sebuah negeri yang didambakan setiap kafilah manusia yang melintas, sehingga tak jarang serangan demi serangan mengancam negeri ini. Sebuah negeri yang hidup dengan penuh kemakmuran dari air yang berlimpah ruah. Sebuah negeri yang diantaranya mengalir dua sungai seperti namanya: ‘Meso’ [Yunani: tengah], dan ‘Potamia’ [Yunani; sungai].

Empat ribu tahun sebelum masehi, negeri subur nan makmur ini didiami oleh Bangsa Sumeria, Akkadia, Amori [babylonia], Assyria, sampai dengan Bangsa Aramak yang merupakan keturunan Nabi Nuh As. Negeri ini sungguh kaya akan kekayaan alam, juga kaya dengan peradaban. Tapi sayang bangsa-bangsa ini adalah bangsa penyembah berhala. Tak terhitung berapa berhala yang mereka sembah. Sebut saja dewa langit, dewa bumi dan dewa air semasa Bangsa Sumeria. Semasa Bangsa Akkadia mereka menyembah dewi venus dan dewa api. Apalagi Bangsa Amori yang terkenal dengan ‘Codex Hammurabi’ mereka punya banyak sekali dewa; dewa langit, dewa air, dewa bumi, dewa matahari. Sedang Bangsa Assyria juga mengikuti faham yang sama.

Marilah untuk tidak membahas bangsa pagan ini. Mari kita beralih ke sebuah wilayah yang disebut Mesopotamia dimana Nabi Ibrahim diwahyukan oleh Tuhan Semesta Alam dalam menyeru mereka untuk menyembah Tuhan Yang Satu. Di zaman modern ini, Mesopotamia terletak antara kota Urfa dan Diyarbakır.

Di kota Urfa ini ada sebuah kolam yang berisi ikan yang disebut ‘sacred fish’. Sacred fish ini dipercaya sebagai jelmaan bara api. Bara api yang dulu digunakan oleh Raja Namrud untuk membakar Nabi Ibrahim, tapi ketika Nabi Ibrahim berdoa api tersebut menjadi dingin. Dan orang dikota ini percaya bahwa bara api tersebut menjelma menjadi ikan-ikan yang sekarang ada di kolam tersebut.

***

Kemudian mari kita berjalan menuju sungai yang sangat spesial, sungai Euphrates/Efrat. Tapi sebelum kita membahas tentang sungai ini ada baiknya kita membaca cuplikan dialog tentang Sungai Nil, sungai yang setara spesialnya dengan sungai Eufrat.

Maria   : “Fahri”

Fahri    : “Maria… Sebelum aku kesini, cuma ada dua hal yang bikin aku kagum sama mesir. Yaitu Al-Azhar dan Sungai Nil. Karena tanpa sungai Nil gak ada Mesir dan gak ada Al-Azhar”

Maria   : “Aku juga suka sungai Nil. Kalau gak ada sungai Nil pasti gak ada Mesir, gak ada peradaban yang ada hanya gurun pasir. Kamu percaya jodoh Fahri?”

Fahri    : “Ya, setiap orang memiliki…”

Maria   : “Jodohnya masing-masing. Itu yang selalu ka

mu bilang. Aku rasa sungai Nil dan Mesir itu jodoh. Seneng ya, kalau kita bisa bertemu dengan jodoh yang diberikan Tuhan dari langit”

Fahri    : “Bukan dari langit Maria, tapi dari hati, dekat sekali”

Bukan dari langit Lale, tapi dari hati dekat sekali. Bukan dari langit Lale, tapi dari negara itu dekat sekali. Aku juga ingin berjodoh bertemu denganmu wahai sungai. Sungai yang mempesona secara rahasia.

***

Setelah sedikit jalan-jalan sekitar 900 km, mari kita kembali lagi menuju Mesopotamia, peradaban tertua didunia. Dan yang paling penting adalah sungai Euphrates. Sungai di dunia yang disebutkan sebagai sungai surga layaknya juga seperti Nil. Inilah beberapa hadist yang menerangkan bagaimana spesialnya sungai Eufrat ini.

“Aku dinaikkan ke Shidratil-Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi yang indah, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari batangnya keluar dua sungai dhahir dan dua sungai batin. Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini?” Dia menjawab, “Adapun dua yang batin itu ada di surga sedangkan dua yang dhahir itu adalah Nil dan Eufrat.”

[HR. Anas bin Malik]

“Sihan, Jihan, Eufrat dan Nil, semua adalah dari sungai-sungai surga.” [HR. Imam Muslim].

“Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata,  ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.’’ (HR Bukhari).

Dan peradaban Mesopotamia, sebuah negeri dimana Nabi Ibrahim diutus dan sebuah negeri yang diantaranya mengalir dua sungai itu terletak di sebuah negara yang bernama: TURKI.

—tamat—

Note: tulisan ini saya persembahkan untuk adik-adik tersayang ‘The Lost Atlantis Warrior’. In sha Allah suatu hari kita akan kesana, baik itu Eufrat maupun Nil. Aamiin.

Advertisements